Gagal Ginjal pada Anak

Ditulis tanggal 05. Dec, 2009 oleh dalam 2. Kesehatan Anak

Telah dibaca : 23370

Anto, sebut saja namanya begitu, sekilas tidak jauh berbeda dengan anak-anak seusianya. Ia bersekolah, belajar, bercanda dan bermain sebagaimana yang dilakukan kebanyakan anak usia 12 tahun. Namun, ada satu hal yang membedakan Anto dengan teman-temannya. Anto harus merelakan dua kali lima jam setiap satu minggu dalam kehidupannya untuk mengunjungi sebuah pusat kesehatan. Ya, Anto harus menjalani terapi hemodialisis, atau dalam bahasa awam sering disebut cuci darah dikarenakan mengalami gagal ginjal.

Anto tidak sendiri. Banyak Anto-Anto lainnya yang juga mengalami kondisi yang tidak jauh berbeda. Pada populasi dewasa, dari setiap 100 ribu orang, 30 orang lebih diantaranya mengalami gagal ginjal tiap tahunnya. Sedangkan pada populasi anak yakni usia 19 tahun dan dibawahnya, terdapat satu atau dua kasus baru dari setiap 100 ribu orang anak. Artinya, orang dewasa 20 kali lebih banyak mengalami gagal ginjal daripada anak. Diketahui pula, bahwa anak lelaki mempunyai peluang dua kali lebih besar daripada anak perempuan untuk mengalami gagal ginjal. Data dari RSCM Jakarta pada tahun 1986 – 1988 menunjukkan bahwa 21 dari 252 anak penderita penyakit ginjal kronik adalah pasien gagal ginjal kronik.

Mengenal Organ Ginjal

Ginjal adalah dua organ berbentuk seperti kacang yang terletak di belakang rongga perut. Panjang dan beratnya bervariasi yakni sekitar 6 cm dan 24 gram pada bayi lahir cukup bulan sampai 12 cm atau lebih dari 150 gram pada orang dewasa.

Gambar anatomi ginjal dan bagian-bagiannya.
Meskipun ukurannya kurang lebih hanya sekepalan tangan, namun fungsi ginjal sangat mengagumkan. Fungsi utamanya adalah menyaring darah dan mengeluarkan zat-zat sisa hasil proses di dalam tubuh. Ginjal mampu menyaring 200 liter darah (bila sebuah gelas ukurannya 200 ml, maka jumlah darah total yang disaring sebanding dengan 1.000 gelas!)

ginjal

Secara ringkas, fungsi ginjal pada keadaan sehat adalah sebagai berikut:

  • menyaring darah dan membuang zat-zat sisa metabolisme
  • menjaga keseimbangan air dan garam untuk mengontrol cairan dalam tubuh
  • mengendalikan tekanan darah
  • berperan dalam pembentukan sel darah merah
  • berperan dalam pemeliharaan fungsi tulang
  • mengendalikan jumlah zat (elektrolit) dalam darah seperti kalium, kalsium, magnesium dan fosfat

Gagal Ginjal

Gagal ginjal berarti menurunnya fungsi ginjal akibat adanya kerusakan pada ginjal. Dengan adanya penurunan fungsi ginjal ini maka terjadi peningkatan zat sisa metabolisme dan terjadi gangguan keseimbangan carain dan zat-zat yang harus dikeluarkan oleh ginjal. Dengan demikian, pengukuran berkala fungsi ginjal perlu dilakukan dengan melakukan pemeriksaan ureum dan kreatinin. Sedangkan untuk mengukur fungsi ginjal dokter akan menghitung laju filtrasi ginjal (LFG) melalui suatu rumus.

Penyebab Gagal Ginjal pada Anak

Gagal ginjal dapat terjadi akut dan kronik. Dikatakan akut bila penurunan fungsi ginjal terjadi secara mendadak. Meski akut dapat juga berlangsung lama namun biasanya gagal ginjal akut berlangsung singkat dan dapat kembali ke kondisi semula bila hal-hal yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal dapat kita atasi. Sedangkan pada kondisi kronik, kondisi ginjal tidak akan kembali seperti sediakala, dan cenderung makin memburuk.

Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut berkaitan dengan gangguan suplai darah ke ginjal dan adanya gangguan fungsi komponen di dalam ginjal. Banyak kondisi yang dapat menyebabkan gangguan ini namun secara garis besar, dibedakan atas tiga kondisi yakni gangguan pra ginjal, gangguan dalam ginjal itu sendiri, dan gangguan post ginjal. Umumnya, bila gangguan ini dapat diatasi, fungsi ginjal dapat kembali seperti semula.

Penyebab gangguan pra-ginjal umumnya disebabkan adanya kehilangan darah (perdarahan) atau kehilangan cairan melalui saluran cerna (muntah dan diare), adanya gangguan volume cairan dalam pembuluh darah misalnya pada luka bakar, sindrom nefrotik, dan akibat adanya gangguan pada jantung.

Penyebab gangguan pada ginjal antara lain akibat adanya sindrom hemolitik uremik, infeksi pada ginjal (misalnya glomerulonefritis) dan adanya kerusakan pada tubulus ginjal.

Sedangkan pada gangguan post-ginjal, penyebabnya adalah akibat adanya sumbatan misalnya pada kelainan bawaan lahir, adanya batu atau bekuan darah, dan adanya tumor.

Gagal Ginjal Kronik

Sejatinya, istilah gagal ginjal kronik sebenarnya sudah tidak digunakan lagi. Istilah ini digantikan dengan istilah yang lebih tepat yakni penyakit ginjal kronik. Penyakit ginjal kronik ditandai adanya penurunan laju filtrasi ginjal (LFG) dibawah angka 60 dan telah berlangsung selama 3 bulan atau lebih. Gagal ginjal terutama dimaksudkan pada kondisi dimana fungsi ginjal sudah sedikian menurunnya yang ditandai dengan angka LFG dibawah 15. Kondisi ini disebut juga gagal ginjal terminal dan memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis (misalnya hemodialisis) atau cangkok (transplantasi) ginjal.

Tahapan penyakit ginjal kronik dibagi atas lima stadium, seperti tercantum pada table berikut:

Stadium Keterangan Nilai LFG (ml/menit/1.73 m2)
1 Kerusakan ginjal dengan LFG normal atau á > 90
2 Kerusakan ginjal dengan LFG â ringan 60 – 89
3 Kerusakan ginjal dengan LFG â sedang 30 – 59
4 Kerusakan ginjal dengan LFG â berat 15 – 29
5 Gagal ginjal < 15

Penyebab gagal ginjal kronik disebabkan adanya kelainan bawaan lahir (disebut sebagai kelainan kongenital), glomerulonefritis, penyakit yang melibatkan banyak sistem tubuh misalnya diabetes, hipertensi, dan lainnya.

Gambaran Anak dengan Gagal Ginjal

Umumnya, anak dengan gagal ginjal datang ke dokter dengan berbagai keluhan yang berkaitan dengan penyakit utamanya, atau sebagai akibat dari penurunan fungsi ginjalnya.

Secara umum, gejala yang ditunjukkan pada gagal ginjal adalah sebagai akibat dari kondisi:

  1. kegagalan tubuh dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, yang ditandai adanya dengan sembab pada tubuh. Gangguan elektrolit misalnya kondisi asamnya pH darah (asidosis) dapat mempengaruhi pertumbuhan anak
  2. menumpuknya racun (toksin) urem di dalam darah (uremia) dengan gejala seperti tidak nafsu makan (anoreksia), mual, dan muntah. Kondisi ini lambat laun akan menimbulkan malnutrisi dan protein pada anak.
  3. adanya gangguan fungsi hormon misalnya hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritropoietin) dan vitamin D3. Kekurangan eritropoetin akan menimbulkan anemia dan kekurangan vitamin D3 menimbulkan masalah pada tulang anak.
  4. gangguan respon terhadap hormon pertumbuhan. Pola pertumbuhan setiap anak dengan GGK dipengaruhi oleh faktor usia anak, umur saat mulai timbul gejala gagal ginjal dan jenis terapi yang diberikan. Pada gagal ginjal, pertumbuhan dapat tidak optimal yang mengakibatkan berkurangnya tinggi badan akhir.

Pada anak dengan gagal ginjal, khususnya penyakit ginjal kronik, dapat dijumpai kondisi peninggian tekanan darah atau hipertensi. Kondisi ini dapat berasal dari penyakit ginjal utamanya misalnya adanya refluks nefropati, penyakit ginjal polikistik, atau pada tahapan lanjut gagal ginjal kronik akibat adanya tertahannya garam dan air di dalam tubuh.

Pengobatan pada Gagal Ginjal

Anak dengan gagal ginjal memerlukan perawatan yang berkelanjutan. Perawatan dna pengobatan dilakukan sejak dari stadium gagal ginjal pra terminal. Perawatan ini bertujuan untuk mencegah gangguan metabolisme dalam tubuh, mengoptimalkan pertumbuhannya, dan mempertahankan fungsi ginjalnya selama mungkin, yang bahkan beberapa diantara mereka sampai memasuki masa dewasa.

Secara khusus, pengobatan dilakukan dengan mengendalikan kondisi-kondisi yang terjadi akibat gagal ginjal. Misal

  • Untuk malnutrisi dan protein: memberikan asupan nutrisi dan protein yang cukup
  • Untuk gangguan keseimbangan air dan elektrolit: membatasi asupan garam pada anak dengan hipertensi, menyesuaikan kebutuhan air yang masuk dengan jumlah urin yang keluar.
  • Untuk gangguan keseimbangan asam basa dalam tubuh: memberikan suplemen natrium bikarbonat
  • Untuk hipertensi: pengendalian hipertensi dengan memberikan obat antihipertensi dan pembatasan asupan garam.
  • Untuk anemia: dengan mencukupi nutrisi yang baik, pemberian suplemen zat besi dan asam folat, serta bila diperlukan, pemberian eritropoeitin rekombinan.
  • Untuk gangguan pertumbuhan: mengatasi kondisi malnturisinya, mengatasi gangguan keseimbangan asam dalam darah, dan bila memang diperlukan, dapat diberikan terapi hormon pertumbuhan.

Pengobatan pada Gagal GInjal Terminal

Pengobatan yang tepat, dapat memperlambat perburukan fungsi ginjal, namun begitu, pada kebanyakan kasus, kondisi gagal ginjal terminal, tidak dapat dihindarkan. Pada kondisi ini, diperlukan suatu terapi pengganti ginjal (TPG) seperti dialisis dan transplantasi darah.

Tujuan pengobatan pada gagal ginjal terminal tidak hanya untuk memperpanjang hidup anak, tapi diharapkan juga untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Hal ini bertujuan akhir agar anak dapat menjalani kehidupan masa dewasa yang lebih baik.

Pada hakikatnya, anak-anak dengan kondisi gagal ginjal terminal memerlukan perawatan yang lebih rumit. Biasanya anak-anak tersebut akan ditangani oleh suatu tim. Tim tersebut tidak hanya melibatkan dokter spesialis ginjal anak, perawat-perawat dengan latihan khusus dalam hal penyakit ginjal anak, ahli gizi, psikolog anak, namun juga melibatkan anak tersebut, orangtua dan keluarganya.

Dialisis

Dialsis adalah suatu cara untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme tubuh dan kelebihan cairan dalam darah. Dialisis dapat dilakukan dengan dua cara yakni hemodialisis dan dialisis peritoneal. Masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri.

  • Hemodialisis:

Istilah ini dalam bahasa awam sering disebut dengan cuci darah, meski sebenarnya tidak tepat. Metode ini menggunakan sebuah mesin dialisis. Darah dari tubuh anak dikeluarkan melaui sebuah selang untuk kemudian difilter (penyaringan). Zat-zat sisa yang beracun dan kelebihan cairan akan dikeluarkan dari darah. Kemudian, darah yang sudah dibersihkan, dikembalikan melalui selang yang satu lagi. Biasanya hemodialisis dilakukan di sebuah pusat hemodialisis. dibawah pengawasan dokter spesialis ginjal dan perawat-perawat terlatih. Rata-rata, tindakan ini dilakukan dua hingga tiga kali seminggu, dengan lama 4 hingga 5 jam setiap kalinya.

hd

  • Dialisis peritoneal

Metode ini melibatkan rongga perut anak – peritoneum – sebagai penyaring (filter). Sebuah selang yang disebut kateter diperlukan untuk memasukkan cairan dialisat ke dalam rongga perut anak. Bedanya dengan hemodialisis, metode ini dapat dilakukan di rumah dan tidak memerlukan pengawasan tenaga medis terlatih. Orangtua penderita dan penderita akan mendapatkan pelatihan khusus sebelum dapat melakukan perawatan di rumah.

Transplantasi

Metode ini adalah terapi yang terbaik pada kondisi gagal ginjal terminal untuk hidup yang sangat mendekati kondisi normal. Ahli bedah akan menempatkan organ ginjal yang sehat ke dalam tubuh anak. Ginjal dapat diperoleh dari donor hidup yang berasal dari keluarga penderita, biasanya dari orang tuanya, selain itu organ ginjal dapat diambil dari donor jenazah yang baru saja meninggal.

Anak-anak yang menjalani terapi ini harus mengonsumsi obat-obatan untuk menjaga agar tidak terjadi reaksi penolakan organ ginjal baru oleh sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan penekan daya tahan tubuh (disebut obat imunosupresan) dapat memelihara fungsi organ cangkok ginjal selama beberapa tahun. Namun, perlu mendapat catatan, bahwasanya obat-obatan ini menjadikan anak rentan terhadap infeksi.

Pencegahan Gagal Ginjal Kronik

Sebenarnya, apakah gagal ginjal bisa dicegah? Secara garis besar, dapat dilakukan tiga bentuk pencegahan yakni:

  • Pencegahan primer

Ditujukan untuk menghilangkan atau mengurangi faktor – faktor yang dapat menimbulkan gagal ginjal. Misalnya dengan mencegah terjadinya infeksi pada masa kehamilan seperti toksoplasmosis, rubella, dan sitomegalovirus. Penggunaan obat-obatan pada ibu saat usia awal kehamilan sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan kelainan bawaan. Deteksi dini dan pengendalian terhadap obesitas, hipertensi dan diabetes perlu dilakukan karena kondisi-kondisi ini dapat menimbulkan keadaan gagal ginjal bila tidak ditatalaksana dengan baik.

  • Pencegahan Sekunder

Pencegahan ini bertujuan untuk mencegah atau mengurangi perburukan fungsi ginjal menjadi gagal ginjal tahap akhir. Dilakukan dengan memberikan pengobatan yang tepat terhadap kondisi-kondisi yang terjadi akibat gagal ginjal itu sendiri.

  • Pencegahan Tersier

Pencegahan tahap ini lebih difokuskan pada pengurangan atau menunda terjadinya komplikasi jangka panjang gagal ginjal, dengan melakukan terapi pengganti ginjal (TPG).

Peranan Orangtua dan Keluarga

Tak dapat dipungkiri, kegalauan akan melanda orangtua tatkala anak yang dikasihinya didiagnosis gagal ginjal. Tidak mengapa, karena perasaan ini adalah normal. Namun, tetap diperlukan sejumlah langkah praktis guna menghadapi kenyataan yang mau tidak mau akan dipikul oleh seluruh anggota keluarga. Berikut adalah panduan yang dapat dilakukan oleh orangtua.

  • Pelajari lebih dalam mengenai penyakit dan pengobatannya. Sampaikanlah informasi apa yang Anda dapat kepada anak Anda. Seringkali, anak-anak lebih mudah menerima informasi dibandingkan orang dewasa.
  • Rangsang anak Anda untuk banyak bertanya. Tidak hanya kepada Anda, tapi juga pada dokter, perawat, dan praktisi medis lainnya.
  • Jangan mencoba menyampaikan informasi melebihi apa yang dapar dimengerti oleh anak. Namun yang terpenting, hindari berbohong mengenai pengobatan yang harus dilakukan.
  • Yakinkan anak Anda, bahwa seluruh anggota tim: Anda, dokter, perawat, ahli gizi dan lainnya berada di pihaknya. Semuanya berkeinginan yang sama, yakni membantu anak Anda untuk merasa lebih baik, meski terkadang mereka melakukan tindakan pengobatan yang menyebabkan perasaan tidak nyaman pada anak Anda.

Berpartisipasi aktif dalam perawatan Anak

  • Jalin hubungan yang baik dengan tenaga medis yang merawat anak Anda
  • Tulislah catatan-catatan mengenai perjalanan penyakit anak Anda, termasuk tanggal terjadinya. Hal ini akan sangat membantu terutama bila Anda berhadapan dengan dokter yang baru.
  • Mencobalah untuk sesering mungkin menemani anak Anda selama perawatannya, misal selama proses hemodialisis yang memakan waktu berjam-jam. Libatkan juga anggota keluarga yang lainnya agar tercipta kondisi bahwa seluruh anggota keluarga mendukung pengobatan anak Anda. Anda bisa membawa buku favorit ataupun boneka kesukaan anak Anda untuk menemaninya.

Bantu anak Anda untuk Memahami Pembatasan Diet

  • Pembatasan makanan dan minuman seringkali dilakukan untuk membantu mengendalikan penyakit ginjal anak Anda. Oleh karena itu, anda harus mampu bijak menyampaikan hal ini pada si kecil.
  • Mintalah anak Anda untuk membuat daftar makanan favoritnya dan ajaklah ia ketika Anda berkonsultasi dengan ahli gizi, untuk menilai apakah makanan favoritnya termasuk yang boleh dikonsumsi
  • Pada anak yang menjalani pembatasan asupan cairan, aturlah sedemikian rupa, agar masih ada sisa beberapa teguk air untuk meminum obat

Berbagilah pengalaman dengan yang lain

  • Anda tidak sendiri, oleh karena itu, jangan biarkan diri Anda terisolasi. Berbicaralah dengan orangtua lain yang anaknya juga mengalami gagal ginjal.
  • Jangan ragu untuk meminta bantuan keluarga ataupun teman. Seringkali mereka berkeinginan membantu, namun tidak tahu bagaimana cara membantu Anda dan mereka hanya bisa menunggu Anda memintanya. Berbagi pengalaman, akan membantu Anda untuk lebih kuat menjalani ini semua.

Referensi

  1. Whyte DA, Fine RN. Chronic kidney disease in children. Pediatr. Rev 2008;29:335-341.
  2. Flynn JT. Acute renal failure. In: Kaplan BS, Meyers KEC, editors. Pediatric nephrology and urology: the requisites in pediatrics. 1st ed. Philadelphia: Elsevier Mosby; 2004. p. 241-249.
  3. Kaplan BS, Meyers KEC. Chronic renal failure. In: Kaplan BS, Meyers KEC, editors. Pediatric nephrology and urology: the requisites in pediatrics. 1st ed. Philadelphia: Elsevier Mosby; 2004. p. 250-257.
  4. Alatas H. Gagal ginjal akut. In: Alatas H, Tambunan T, Trihono PP, Pardede SO, editors. Buku ajar nefrologi anak. 2nd ed. Jakarta: B alai Penerbit FKUI; 2002. p. 490-508.
  5. Sekarwana N, Rachmadi D, Hilmanto D. Gagal ginjal kronik. In: Alatas H, Tambunan T, Trihono PP, Pardede SO, editors. Buku ajar nefrologi anak. 2nd ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2002. p. 509-530.
  6. Noer MS. Gagal ginjal kronik pada anak. Divisi nefrologi anak. FK Unair. Surabaya.
  7. Vijayakumar M, Nammalwar BR, Prahlad N. Prevention of chronic kidney disease in children. Indian J Nephrol 2007;17:47-52
  8. Children with chronic kidney disease: tips for parents. Tersedia pada http://www.kidney.org.

Artikel ini ditulis oleh dr.M.Adi Firmansyah, dan dimuat di majalah Anakku, edisi September 2009.

Share

Tags: , , , , , , , ,

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect. best vpn canada