Gus Dur Berpulang

Ditulis tanggal 30. Dec, 2009 oleh dalam 5. Apa Saja

Telah dibaca : 3114

Seusai sholat magrib tadi (tanggal 30 Des) di masjid Assyifa RSCM sekitar jam 18.40an, dalam rutinitas menemani ayah hd (cuci darah-red) saban Rabu dan Sabtu, saya bermaksud menjemput istri yang pulang jaga dari Cikarang. Ketika melewati IGD RSCM dengan motor, saya sempat bingung, kenapa banyak sekali pengamanan polisi. Sebagian jalan dialihkan di ruas jalan depan RSCM. Batin saya, jangan-jangan ada kejadian penting. atau jangan-jangan Gus Dur wafat ya? Saya mengetahui bahwa mantan RI-1 itu tengah dirawat di RSCM untuk rencana operasi pencabutan gigi. Tapi, sudahlah saya kembali melanjutkan perjalanan menuju halte depan UI. Tak lama berselang, jalan Salemba, tiba-tiba sepi, disterilkan. Dan tampaklah serombongan mobil mewah dengan pengawalan ketat mobil dan motor polisi dengan sirine berkelap-kelip. Melihat hal ini pikir saya, SBY atau RI-1 tampaknya barusan lewat.

Akhirnya, istri tercinta pun tiba. Kami pun kembali ke RSCM ke tempat HD ayah. Memasuki gedung PJT (ruang HD ada di gedung PJT lt8), kami sempat bingung. Kenapa banyak sekali petugas sekuriti berpakaian safari berjaga-jaga di depan dan juga ada banyak wartawan. Kami pun sempat dihentikan oleh petugas tatkala memasuki pintu masuk gedung PJT, tetapi ketika kami memberitahukan alasan ingin ke ruang HD, kami dipersilahkan masuk.

Sesampai di lantai 8, barulah saya sadar, rasional dari semua kejadian yang saya alami tadi. Berita dari televisi yang dipajang di ruang tunggu HD mengabarkan bahwa Gus Dur telah wafat jam 18.45 WIB tadi. Kalimat “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un” pun mengalir dari bibir saya. Ternyata saya terlambat mengetahuinya karena jam di dinding sudah menunjuk jam 19.30.

Tampak semua keluarga penunggu pasien HD hening menyaksikan ulasan berita TV-One, yang menjadikan kabar ini sebagai Headline News berita utama di Kabar Petang. Saya pun masuk ke ruang HD menemui ayah, dan ternyata ayah sempat sedih mendengar berita itu. Karena bagaimana pun, Gus Dur adalah salah seorang keluarga besar dari perkumpulan pasien HD RSCM setiap Rabu Sabtu. Tentu saja, perkumpulan ini tidak ada.  🙂

Seusai HD sekitar jam 20.30 WIB, beberapa perawat mengatakan bahwa kita belum bisa turun karena lift ditahan oleh petugas. Apa boleh buat, dari televisi kami tahu, bahwa dengan wafatnya Gus Dur, membuat pengamanan di RSCM, menjadi meningkat beberapa kali lipat karena banyaknya tamu-tamu penting yang membezuk. Alhasil, cukup merepotkan sebagian yang lain. Tetapi ya sudahlah, kami bersabar saja.

Setelah menunggu 30 menit, akhirnya ada seorang petugas sekuriti yang naik dan menanyakan apakah masih ada pasien yang belum pulang. Ya ada, ayahlah satu-satunya pasien HD yang belum pulang. Sekeluarga (kakak, saya, istri, dan adik) akhirnya pun mendorong ayah (di kursi roda) turun dengan lift.

Sesampai di lantai I, sekeluarnya dari lift, luar biasa! Banyak sekali orang berkerumun di luar. Dan saya melihat beberapa wajah penting yang tak asing lagi di layar kaca. Tampak wajah Jimly asShidiq, Mahfud MD, Zainuddin MZ, Muhaimin Iskandar, dan beberapa wajah lagi yang saya lupa namanya. Hm, ini pengalaman yang tak terlupakan. Laksana pejabat, kami mendorong ayah dalam lorong barisan manusia di kanan kiri. Dengan kilasan blitz kamera yang menyilaukan mata. Hehe, bisa masuk koran nih. 🙂 Rupanya, jenazah Gus Dur tengah disemayamkan di lantai 5 gedung PJT.

Akhirnya, pengalaman ini pun berakhir, ayah pun bisa pulang kembali ke rumah bersama kakak. Saya dan istri pun kembali ke parkiran motor untuk pulang kembali. Saya dan istri berpandangan, luar biasa nian pengalaman hari ini …

Selamat jalan Gus Dur, semoga Allah menerima semua amal kebaikan dan mengampuni segala kesalahan yang pernah diperbuat. Amin.

Share

Tags: , , , , ,

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect. best vpn canada