Kenali Jendela Dunia Si Kecil

Ditulis tanggal 02. Jan, 2010 oleh dalam 2. Kesehatan Anak

Number of View: 71524

Mata adalah jendela dunia. Melalui mata, kita mengenali dunia, memperoleh ilmu, dan membangun jalinan silaturahim. Namun, tahukah Anda bahwa penglihatan bayi berbeda dengan orang dewasa? Nutrisi apa yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata si kecil? Yuk, kita simak bersama.

Proses melihat dimulai ketika sebuah benda memantulkan cahaya dan cahaya ini masuk ke dalam mata melalui kornea, pupil, lensa, dan akhirnya dipusatkan di retina. Di retina, cahaya diubah menjadi muatan listrik, dikirim ke otak melalui serabut saraf penglihatan untuk diproses. Hasilnya, kita melihat benda.

Perkembangan Mata dan Penglihatan

Bayi Baru Lahir

Bayi banyak menggunakan penglihatan untuk belajar. Bayi baru lahir melihat benda tidak sejelas orang dewasa. Benda dari jarak 6 meter terlihat seperti orang dewasa memandang dari jarak 120 meter! Meski tidak dapat melihat dengan baik, mereka mengenal lingkungan dengan melihat hal yang menarik perhatiannya dan dengan mengikuti gerakan benda.

Si Kecil Belajar Melihat!

Saat usia 1 bulan, bayi dapat memfokuskan benda dari jarak 2 – 3 meter. Usia 2 bulan, bayi mulai dapa mengikuti benda yang bergerak. Usia 4 bulan, bayi mulai dapat melihat warna dengan sempurnam dan ketajaman penglihatan terus berkembang sempurna saat usia 6 bulan. Saat usia 3 hingga 4 tahun, perkembangan dianggap cukup sempurna sehingga anak mulai dapat menjalani pemeriksaan mata secara formal.

Gambar Perbandingan Penglihatan Anak-Dewasa

Masa kritis dalam perkembangan ini diduga pada usia sejak lahir sampai 6 bulan. Pada masa ini, orangtua akan merasa waswas apakah penglihatan bayinya normal atau tidak. Tentu saja, di masa ini, retina harus berfungsi baik agar penglihatan si kecil selanjutnya dapat optimal.

Nutrisi untuk Kesehatan Mata

  • Vitamin A. Diperlukan untuk mengubah cahaya menjaid sinyal listrik untuk diproses di otak dan menjaga pertumbuhan kornea dan selaput konjungtiva.
  • Taurin. Dibutuhkan untuk perkembangan retina sejak dini. Kekurangan taurin dapat menyebabkan retinitis pigmentosa. Terdapat dalam daging susu, namun tidak terdapat dalam sayuran dan buah.
  • DHA dan AA. Dibutuhkan untuk ketajaman penglihatan dan untuk persepsi penglihatan pada anak usia 4 – 7 tahun. Banyak terdapat di dalam ASI. Sumber DHA yang baik juga terdapat dalam minyak ikan. Lemak hewani banyak mengandung AA.
  • Lutein. Berperan sebagai pelindung mata terutama retina dari bahaya radiasi sinar biru dan dapat digunakan sebagai antioksidan. Banyak terdapat pada ASI, sayuran hijau seperti bayam, dan terdapat sedikit pada wortel.

Referensi:

  1. Berk, Laura E. Vision. Dalam: Child development. Edisi ke-6. USA: Alyn and Bacon. 2003.
  2. Ilyas S. Penyakit mata. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2003.

Ditulis oleh dr.M.Adi Firmansyah, pernah dimuat di majalah Anakku edisi April 2007.

Partner


Tags: , , , , , , , , , ,

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.