Robohnya Rumah Tetangga Kami

Ditulis tanggal 19. Jan, 2010 oleh dalam 5. Apa Saja, Other

Telah dibaca : 3802

Bukan maksud hati ingin menggubah novel terkenal, Robohnya Surau Kami karya A.A Navis dengan menyantumkan judul di atas. Tetapi begitulah adanya. Pagi ini, sekitar jam 9 pagi, saya dan istri yang tengah bersiap pergi ke RSCM, tiba-tiba dikejutkan oleh suara keras. Suara itu berasal persisi dari belakang rumah kontrakan kami. Brrruk!! Kira-kira mungkin itu visualisasi kata-kata dari bunyi yang kami dengar. Saya dan istri bertanya-tanya, suara apakah gerangan.

Dugaan saya, mungkin suara benda jatuh dari lemari. Tetapi kenapa sampai lantai tempat kami berpijak terasa bergetar. Apakah ini gempa? Lalu saya pun keluar, dan melihat ke belakang. Kata tetangga sih, benar ada benda jatuh. Tetapi dia tidak menjelaskan terperinci. Penasaran, saya bersama tetangga atas rumah kontrakan kami, hehe, rumah kontrakan kami begitu padatnya, hingga sisi kanan, atas, dan belakang, ada tetangganya. Hanya sisi depan dan kiri saja yang kosong karena memang berupa jalanan.

Ok, bersama tetangga atas, saya pergi ke belakang. Subhanallah, ternyata apa yang kami lihat mungkin mirip seperti kejadian gempa. Atap rumah tetangga kami, roboh. Tampak genteng hancur berserakan di bawah. Sayangnya, ada tetangga kami yang berada di tempat tersebut, karena lokasinya memang ruang tamu, sebelum kejadian itu terjadi. Tindakan saya dan para tetangga berusaha menyelamatkan korban tersebut dengan memindahkannya ke rumah tetangga di sebelahnya.

Setelah diperiksa sekilas, karena korban memang tampak shock dan kesakitan. Anda bayangkan saja, Anda sedang duduk santai sambil kedua kaki diselonjorkan ke depan, tiba-tiba puluhan genteng dan asbes menimpa Anda. Tampak memang ada sedikit luka memar. Tapi tidak sampai luka terbuka. Tampaknya tidak ada tulang yang patah karena korban tadi bisa berjalan, tapi entahlah, bisa saja salah, karena korban begitu kesakitan ketika disentuh kakinya. Akhirnya saya hanya bisa menyarankan untuk membersihkan luka ditambah minum obat pereda sakit. Tak lupa saya anjurkan untuk segera ke rumah sakit jika kemudian sakit berlanjut atau tidak bisa berjalan.

Kemudian, saya kembali ke lokasi kejadian. Tampaknya, hujan deras tadi malam benar-benar menggempur kokohnya genteng. Tapi melihat dari struktur bangunan, tampaknya atap rumah tersebut sudah sedemikian lama. Tapi bisa saja saya salah karena memang saya tidak ahli untuk menaksir itu. Berikut adalah foto-foto yang saya ambil langsung dari lokasi.

Tampak Atap Rumah yang Amblas

Benar-benar hancur

Tampak Tetangga Sedang Membersihkah Puing-puing Genteng

Di Kursi hijau inilah, korban semula sedang duduk beristirahat

Suatu pelajaran yang bisa saya ambil hari ini, bahwa betapa, manusia benar-benar lemah dan tidak tahu sedikitpun apa yang akan terjadi pada masa depan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan diri kita, semenit, sepuluh menit, sejam, atau sehari ke depan. Manusia hanya bisa berencana dan berusaha, tapi Allah jualah yang akan menentukan apakah rencana itu berjalan atau tidak.

Share

Tags: , , ,

One Comment

kang A Se

24. Jan, 2010

weleh weleh…

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect. best vpn canada