Sekilas tentang Keseimbangan Asam Basa

Ditulis tanggal 12. Jan, 2010 oleh dalam 1. Kedokteran Kesehatan, Health

Number of View: 31750

Derajat keasaman (pH) darah manusia normalnya berkisar antara 7.35 hingga 7.45. Tubuh manusia mampu mempertahan keseimbangan asam dan basa agar proses metabolisme dan fungsi organ dapat berjalan optimal. Namun sebenarnya apa itu asam dan basa?

Beragam definisi telah dikemukakan mengenai asam basa. Definisi yang terkenal diutarakan oleh Bronsted dan Lowry pada tahun 1923. Asam diartikan sebagai zat yang dapat memberikan ion H+ ke zat lain. Atau dikenal sebagai donor proton. Sedangkan basa, adalah zat yang dapat menerima ion H+ dari zat lain atau disebut sebagai akseptor proton.

Sesuai judulnya, tulisan ini tidak akan mengupas secara gamblang mengenai apa itu keseimbangan asam basa, namun saya akan mencoba memberikan esensi-esensi mengenai apa yang patut diketahui dari suatu keseimbangan asam basa.

Keseimbangan asam basa dalam tubuh manusia diatur oleh dua sistem organ yakni paru dan ginjal. Paru berperan dalam pelepasan (eksresi CO2) dan ginjal berperan dalam pelepasan asam.

Beberapa prinsip yang perlu kita ketahui terlebih dahulu adalah:

  1. Istilah asidosis mengacu pada kondisi pH < 7.35 sedangkan alkalosis bila pH > 7.45
  2. CO2 (karbondioksida) adalah gas dalam darah yang berperan sebagai komponen asam. CO2 juga merupakan komponen respiratorik. Nilai normalnya adalah 40 mmHg.
  3. HCO3 (bikarbonat) berperan sebagai komponen basa dan disebut juga sebagai komponen metabolik. Nilai normalnya adalah 24 mEq/L
  4. Asidosis berarti terjadi peningkatan jumlah komponen asam atau berkurangnya jumlah komponen basa.
  5. Alkalosis berarti terjadi peningkatan jumlah komponen basa atau berkurangnya jumlah komponen asam.

Dengan memegang prinsip diatas, maka kita dapat lebih membagi gangguan asam basa menjadi klasifikasi berikut.

Klasifikasi

  1. Asidosis metabolik adalah gangguan yang menyebabkan penurunan pH dan kadar bikarbonat (HCO3).
  2. Asidosis respiratorik adalah gangguan yang menyebabkan penurunan pH dan peningkatan kadar CO2
  3. Alkalosis metabolik adalah gangguan yang menyebabkan peningkatan pH dan peningkatan kadar bikarbonat.
  4. Alkalosis respiratorik adalah gangguan yang menyebabkan peningkatan pH dan penurunan kadar CO2.

Kompensasi

  1. Sistem pernapasan akan menghasilkan hiper atau hipoventilasi yang mengubah kadar pCO2 untuk mengatasi gangguan metabolik primer.
  2. Ginjal akan menahan atau membuang kadar H atau bikarbonat untuk mengatasi gangguan respiratorik primer.

Sekarang mari kita mulai mengenali gangguan asam basa dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Lihat pH, apakah ada asidosis atau alkalosis?
  2. Lihat apakah kadar pCO2 tidak normal? Jika ya, lihat apakah ada perubahan komponen yang sesuai dengan pH. Misalnya jika asidosis, apakah CO2 naik? Jika ya, berarti asidosis respiratorik. Namun jika tidak ada perubahan atau malah sebaliknya, kemungkinan telah terjadi kompensasi.
  3. Kemudian lihat apakah kadar HCO3 abnormal ? Jika ya, apakah sesuai dengan pH? Jika benar, maka yang terjadi adalah proses metabolik.

Kompensansi

Gangguan asam basa dikatakan sederhana atau simple jika turun naiknya pCO2 dan bikarbonat mengikuti aturan baku. Sedangkan bila tidak mengikuti aturan baku, dikatakan gangguan asam basa campuran atau mixed.

Sekarang, sudah jelas bukan? Atau malah jadi bingung? Ok, ok.. kita langsung ke contoh saja ya. 🙂

Contoh

  1. pH 7.23, pCO2 40 mmHg dan HCO3 18 mEq/L.
  • Pertama perhatikan pH 7.23. Artinya asidosis
  • Lalu lihat kadar pCO2. Masih normal. Belum ada penurunan nilai pCO2 ini dapat diartikan belum adanya kompensasi.
  • Lihat HCO3, kadarnya ternyata menurun. Kondisi ini dapat kita sebut sebagai asidosis metabolik.

Tags: , , , , , , , , ,

One Comment

ree

10. May, 2011

makasih buat share nya, bahasa nya mudah gak ngejelimet…

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.