Mimpi pun Bisa Membuat Senang …

Ditulis tanggal 02. Feb, 2010 oleh dalam Other, Our Beloved Father's Diary

Number of View: 5277

Kamis, 28 Januari 2010

Papa baru saja bangun dari tidur siang. Tumben sekali dengan mata berbinar dia tersenyum lebar. Cling…., gigi putihnya terlihat.

Dengan mata agak menjelit (melotot, bahasa Palembang), dia bertanya dengan penuh keheranan,

“Wah….. napo aku ngguling di sini ? Mano laksanku? ” (Wah, kenapa aku tidur di sini? Mana laksan — makanan Palembang– ku)? “.

Dengan keheranan saya bertanya lagi, “Napo Pa?”

Dengan perkataan agak pelo,  papa menjelaskan dengan penuh semangat, “Tadi aku baru makan di rumah makan sama Adi dan Yusuf. Mereka udah pada makan kenyang. Aku baru nak masukkan laksanku ke mulutku ….  eh … ilang. Waktu aku buka mato, kok aku tiduran? Bukannya tadi di rumah makan? Kenapa aku malah tidur di sini?”.

Dengan penuh rasa iba sebenarnya, saya menjawab sambil menahan tawa — bagaimana tidak? selama hampir 3 tahun sakit, aktivitas beliau hanya berkutat di tempat tidur dan kursi roda, dengan kondisi baru bangun tidur  tiba-tiba mengatakan “Wah, kenapo aku tidur disini?” — “Wah, harusnya tadi jangan bangun dulu Pa. Rasain dulu laksannya sampai kenyang, baru bangun.”

Setelah agak sadar, papa pun ketawa. Entah ketawanya senang karena tadi ketemu laksan atau ketawa oh…. ternyata cuma mimpi

Jika mimpi mampu membuat kita tertawa dan membuat senang, bermimpilah terus…. Semoga suatu saat mimpi-mimpi itu bisa terwujud …. Kita semua akan jalan-jalan dan makan-makan lagi ya Pa? Aaaaamin.

Tags: , ,

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.