Puasa Ketika Menyusui

Ditulis tanggal 16. Aug, 2010 oleh dalam 1. Kesehatan Dewasa, 3. Daftar Konsultasi, Health

Number of View: 4909

Asswrwb.

Yth dokter,

Bulan Ramadhan telah tiba. Insyaallah saya ingin menjalankan puasa lagi setelah 2 tahun ga puasa karena hamil dan menyusui ASI eksklusif. Tapi saya rada2 bingung nih. Anak saya, Asyta bulan puasa ini udah 16 bulan. Udah makan nasi biasa tapi masih suka minta ASI. Biasanya dari subuh sampe saya berangkat kerja sempat 2-3 x minum ASI dan dari saya pulang kerja sampe maghrib juga 2x minum ASI. terutama klo bangun tidur dan abis mandi. Nah, klo ibunya puasa, apakah Asyta harus kehilangan saat2 minum ASI antara subuh sampe maghrib? Gimana mengatur jadwal menyusui ketika puasa?

Thanks ya doc.

Wassalam.

S, Bekasi.

Wa alaikum salam Ny S,

Subhanallah, salut bagi ibu (dan ibu lainnya) yang tetap ingin memberikan ASI di saat kewajiban menjalankan puasa. saya coba kasih saran ya..

Prinsip:

  • Ibu yang disarankan berpuasa adalah ibu menyusui dengan usia bayi 6 bulan keatas, sedangkan bagi ibu yang sedang dalam ASI ekslusif boleh tidak berpuasa karena si kecil harus disusui tiap dua jam sekali dan si keicil belum mendapat makanan pendamping ASI (tentunya nanti harus dipenuhi konsekuensinya: bayar fidyah dan mengganti puasa di waktu lain).
  • Saat ibu (yang menyusui) puasa, maka pola menyusui akan dapat berubah. Biasanya persediaan ASI akan berkurang pada siang hari namun banyak pada malam hari.
  • Usahahkan tetap sahur, bahkan untuk ibu hamil dan menyusui, diwajibkan tetap sahur (bukankah di dalam sahur, banyak terdapat kebaikan?) Makan sahur dapat memberikan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas seharian.
  • Saat sahur, usahakan ibu banyak minum, lebih baik lagi jika minuman hangat.
  • Setelah sahur, usahakan menyusui selama mungkin hingga saat berangkat kerja (bagi yang kerja).
  • Di tempat kerja, lakukan pemerahan ASI dengan frekuensi = saat tidak berpuasa.
  • Sesudah berbuka, segerakan menyusui bayi.
  • Yang berubah adalah pola makan saja. Jadi, pas sahur dan ifthor (berbuka), makanlah makanan dgn gizi yang cukup dan seimbang.
  • dan, yang tak kalah penting, adalah niat terkadang kita berpikir (saat di luar bulan puasa, tut 1-2 bulan sebelumnya), apalagi kalau cuaca panas/ musim kemarau, “wah, kalau bulan puasa, cuacanya begini, apa kuat ya?” padahal, di luar jangkauan pemikiran kita, Allah, yang empunya hajatan besar itu, pasti telah memberikan fasilitas kemudahan. Hasilnya, kita pasti bisa melaluinya, meski cuaca seterik apapun.

Perlu diingat, bahwa berpuasa saat hamil dan menyusui adalah salah satu langkah pendidikan agama yang paling awal bagi anak.

Mudah2an informasi sedikit ini bisa membantu.

Salam.

dr.M.Adi Firmansyah

Tags: , , ,

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.